Status Populasi Macaca fascicularis di Cagar Alam Pangandaran

March 17, 2011 at 8:59 am (Uncategorized)

STATUS POPULASI MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN, JAWA BARAT

Hanna Widiastuty *), Delvi Riana, Puspa Larasati, Irene Arika Putri.

Jurusan Biologi, FMIPA IPB, Bogor

ABSTRACT

Indonesia has a diversity of primates and some even endemic tiggi in Indonesia. One of primates endemic to Indonesia is a long-tailed macaque (Macacca fascicularis). Berkohabitasi long-tailed monkey species in the Nature Reserve and Natural Park Pangandaran. This study aims to determine the status of long-tailed macaque population in the Pangandaran Nature Reserve on 7-8 July 2010. Observations morphological with prismatic binoculars to distinguish the level of age and sex in different areas such as the headquarters of information, Cikamal, beach of white sand, Parat Goa, Wisma Rengganis Japan and Goa. Recorded and sorted by level of age, sex, place and time of observation. Data showed that the total population of monkeys tail in Pangandaran Natural Reserve is one 158 queue includes 19 (12.02%) adult male rats, 44 female rats adult (27,84%), 18 rat male 11 (39%) young women small 2 tails (1.26%), 47 youth (29.74%), child Brown 13 individuals (8.22%) and 15 young Black Rat (9,49%)

Key words : primates, Macaca fascicularis, Pangandaran Nature Reserve

ABSTRAK

Indonesia memiliki keragaman primata yang tinggi bahkan ada yang endemik di Indonesia. Salah satu primata endemik Indonesia adalah monyet ekor panjang (Macacca fascicularis). Monyet ekor panjang spesies yang berkohabitasi di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pangandaran. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui status populasi monyet ekor panjang di Cagar Alam Pangandaran pada tanggal 7-8 Juli 2010. Pengamatan morfologi dilakukan menggunakan teropong binokuler untuk membedakan tingkat usia dan jenis kelamin pada daerah-daerah berbeda seperti Kantor pusat informasi, Cikamal, Pantai pasir putih, Goa Parat, Wisma Rengganis dan Goa Jepang. Kemudian dicatat  dan dikelompokan berdasarkan tingkat usia, jenis kelamin, tempat dan waktu pengamatan. Diperoleh data Jumlah keseluruhan populasi monyet ekor panjang di Cagar Alam Pangandaran adalah 158 ekor meliputi jantan dewasa 19 ekor (12,02 %), betina dewasa 44 ekor (27,84 %), jantan muda 18 ekor (11, 39 %), betina muda 2 ekor (1,26 %),  juvenil 47 ekor (29,74 %),  infant coklat 13 ekor (8,22 %) dan infant hitam 15 ekor (9,49 %).

Kata Kunci : Primata, Macaca fascicularis, Cagar Alam Pangandaran

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keragaman primata yang tinggi. Sekitar 195 primata yang ada di dunia, 40 spesies ditemukan di Indonesia dan 24 spesies diantaranya endemik di Indonesia (Unggar 1995). Primata merupakan salah satu satwa penghuni hutan yang memiliki arti penting dalam kehidupan di alam. Keberadaan primata tidak hanya sebagai penghias alam, namun juga penting dalam regenerasi hutan tropik. Sebagian besar primata merupakan pemakan buah dan biji, sehingga mereka berperan penting dalam penyebaran biji-bijian.

Primata  yang ditemukan di Pulau Jawa antara lain owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), rekrekan (Presbytis fredericae), kukang jawa (Nyctecebus javanicus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan lutung (Trachypithecus auratus). Salah satu kawasan konservasi fauna dan flora yang mewakili keragaman organisme di Pulau Jawa adalah Cagar Alam Pangandaran.

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) spesies yang berkohabitasi di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pangandaran (CATWAP). Monyet ekor panjang ini pada  umumnya mempunyai warna yang bervariasi dari coklat atau coklat keabu-abuan. Mereka memiliki wajah cokelat kemerahan dan bulu-bulu di atas kepalanya (Lucas & Corlett 1998 ). Salah satu alasan monyet ekor panjang  mencari makan pada ketinggian adalah untuk menghindari persaingan makanan dengan primata lainnya. Monyet ekor panjang tidur di pohon-pohon di sepanjang sungai. Setiap kelompok tidur di pohon sendiri dan individu meringkuk bersama-sama ketika mereka tidur untuk menjaga suhu tubuh (Van et al.1980) Macaca fascicularis yang termasuk kedalam Famili cercopithecidae ini hidup berkelompok, dimana bisa mencapai hingga 30 ekor atau lebih dalam tiap kelompok.

Tujuan

Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui status populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Cagar Alam Pangandaran.

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu

Pengamatan ini dilakukan selama dua hari dengan tiga kali pengamatan. Pengamatan hari pertama tanggal 7 Juli 2010 dimulai pagi hari pukul 06.30-10.00 WIB di sekitar wilayah Kantor Pusat Informasi, Cikamal, Pantai Pasir Putih, Area parkiran. Kemudian pengamatan dilanjutkan pada sore hari pukul 15.00-17.00 WIB  ke daerah Goa Parat,Wisma Rengganis. Pengamatan hari kedua tanggal 8 Juli 2010 pagi hari pukul 06.00-07.30 kedaerah Goa Jepang, dan terakhir didaerah Wisma Rengganis.

Alat

Alat-alat  yang digunakan untuk menunjang pengamatan selama bekerja, berupa teropong binokuler, peta wilayah cagar alam Pangandaran, jam dan alat-alat tulis.

Metode Penelitian

Pengamatan Langsung

Pengamatan morfologi dilakukan menggunakan teropong binokuler pada pagi dan sore hari selama dua hari, pada daerah-daerah berbeda seperti Kantor pusat informasi, Cikamal, Pantai pasir putih, Goa Parat, Wisma Rengganis dan Goa Jepang di Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Pangandran (CATWAP).

Pencatatan dan Pengelompokan

Monyet ekor panjang yang diamati dicatat jumlah berdasarkan tingkat usia jenis kelamin, tempat dan waktu pengamatan. Pengelompokan dilakukan berdasarkan dinamika umur monyet ekor panjang secara keseluruhan serta dinamika umur monyet ekor panjang pada tiap lokasi di Cagar Alam Pangandaran.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Besar kelompok pada monyet ekor panjang berbeda-beda. Kelompok umur pada monyet dibedakan berdasarkan ukuran tubuh dan aktifitas hariannya. Pada jantan dewasa (Adult male) mempunyai ukuran tubuh relatif besar sekitar 5-9 kg, tegap dan kuat serta lebih agresif dan lincah. Mempunyai bagian dada yang lebar mengecil pada bagian pinggang, bulu pada bagian muka lebih panjang daripada individu betina. Jantan dewasa memiliki penis yang kecil dengan scrotum yang berbentuk tombol bundar. Pada betina dewasa (adult female) memiliki ukuran tubuh 50-75% dari ukuran jantan dewasa yaitu sekitar 3-6 kg. Kelenjar mammae berkembang dengan baik serta prilaku yang lebih tenang. Individu pradewasa mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan individu dewasa dengan warna tubuh yang lebih kecoklat-coklatan dan belum mempunyai rambut yang berbentuk jambul pada kepalanya. Individu yang tergolong anak (juvenil) mempunyai ukuran tubuh lebih kecil daripada individu pradewasa, sudah lepas dari induknya (bergerak secara independent), dan biasanya mempunyai tingkah laku bermain yang lebih menonjol dari individu kelompok umur lainnya. Sedangkan individu yang masih bayi berwarna coklat atau hitam terlihat berada di dalam gendongan betina dewasa ataupun menggelantung pada perut (Rowe 1996).

Tabel 1.  Status Populasi Monyet  Ekor Panjang

Hari ke- Tanggal Waktu Lokasi Jumlah(ekor) %
JD BD JM Bm J I Total
C H
1 7 Juli 2010 07.15 Parkiran 4 12 2 8 2 1 29 18,35
07.50 Cikamal 6 9 6 10 6 2 39 24,68
09.10 Depan kantor 2 4 5 5 1 2 19 12,03
15.50 Goa Parat 4 13 3 14 1 5 40 25,32
2 8 Juli 2010 06.35 Goa Jepang 1 2 4 7 4,43
07.22 Wisma Rengganis 3 5 2 2 8 3 1 24 15,19
Total 19 44 18 2 47 13 15 158
% 12,02 27,84 11,39 1,26 29,74 8,22 9,49 100

Keterangan :

JD        =  Jantan Dewasa        J           =  Juvenil              I*H = Infant Hitam

BD      =  Betina Dewasa        BM      =  Betina Muda

JM       =  Jantan Muda           I*C      =  Infant Coklat

Jumlah keseluruhan populasi monyet ekor panjang yang diamati di Cagar Alam Pangandaran adalah 158 ekor meliputi jantan dewasa 19 ekor (12,02 %), betina dewasa 44 ekor (27,84 %), jantan muda 18 ekor (11, 39 %), betina muda 2 ekor (1,26 %),  juvenil 47 ekor (29,74 %),  infant coklat 13 ekor (8,22 %) dan infant hitam 15 ekor (9,49 %) . Populasi monyet ekor panjang di Cagar Alam Pangandaran  terbagi menjadi 6 kelompok sosial yaitu kelompok Parkiran, kelompok Cikamal, kelompok Depan Kantor, kelompok Goa Parat, kelompok Goa Jepang dan kelompok Wisma Rengganis. Masing-masing kelompok diberi nama sesuai wilayah yang ditempatinya. Kelompok Parkiran berjumlah 29 ekor terdiri atas jantan dewasa 4 ekor, betina dewasa 12 ekor, jantan muda 2 ekor, juvenil 8 ekor, infant coklat 2 ekor dan infant hitam 1 ekor. Kelompok Cikamal berjumlah 39 ekor terdiri atas jantan dewasa 6 ekor, betina dewasa 9 ekor, jantan muda 6 ekor, juvenil 10 ekor, infant coklat 6 ekor dan infant hitam 2 ekor. Kelompok  Depan Kantor berjumlah 19 ekor, terdiri atas jantan dewasa 2 ekor, betina dewasa 4 ekor, jantan muda 5 ekor, juvenil 5 ekor, infant coklat 1 ekor dan infant hitam 2 ekor. Kelompok Goa Parat  berjumlah 40 ekor, terdiri atas jantan dewasa 4 ekor, betina dewasa 13 ekor, jantan muda 3, juvenil 14 ekor, infant coklat 1 dan infant hitam 5 ekor. Kelompok Goa Jepang berjumlah 7 ekor, terdiri atas betina muda 1 ekor, juvenil 2 ekor dan infant hitam 4 ekor. Kelompok Wisma Rengganis berjumlah 24 ekor, terdiri atas jantan dewasa 3 ekor, betina dewasa 5 ekor, jantan muda 2 ekor, betina muda 2 ekor, juvenil 8 ekor, infant coklat 3 ekor dan infant hitam 1 ekor.

Hirarki pembagian kelompok dalam komunitas monyet ekor panjang ditentukan oleh beberapa faktor seperti usia, ukuran tubuh dan keahlian berkelahi Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan di Cagar alam Pangandaran terlihat populasi monyet yang cukup banyak pada setiap kelompok. Persebaran kelompok sering berpindah-pindah. Hal ini dikarenakan adanya persaingan mendapatkan makanan dan wilayah yang cukup ketat. Berdasarkan perilaku makan, Macaca fascicularis mencari  makan secara berkelompok. Macaca fascicularis berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain dengan melompat dan berayun. Macaca fascicularis yang masih kecil lebih aktif bergerak dari pada yang sudah dewasa. Macaca fascicularis menunjukkan perilaku investigatif, yaitu memeriksa lingkungan. Macaca fascicularis aktif saat matahari mulai terlihat (sekitar pukul 08.30-09.30) kemudian kembali kesarang dan muncul kembali saat siang. Perilaku yang ditunjukan oleh Macaca fascicularis selama pengamatan yaitu 40 % berpindah tempat dari satu pohon ke pohon yang lain, 30 % makan pucuk-pucuk bambu, 20%  Macaca dewasa bermain dengan anak-anaknya dan 10%  Macaca betina menghampiri Macaca jantan dan melakukan kawin.

Wilayah teritori Macaca fascicularis yaitu wilayah yang dipertahankan dengan aktif  hingga tidak ada hewan lainnya yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut. seperti tempat tidur, tempat ketersediaan pakan, tempat kawin, dan sumber air. Luas wilayah teritori diperkirakan sekitar 6,25 ha. Macaca jantan dominan berperilaku agresif untuk melindungi kelompoknya dan untuk mempertahankan sumber makanannya, macaca induk berperilaku agresif untuk melindungi anaknya, dan macaca jantan pradewasa berperilaku agresif untuk menjaga wilayah teritorinya (Wheatley 1974).

Berdasarkan data yang diperoleh seperti paparan pada Tabel 1 dan Gambar 1, secara umum tampak bahwa kelompok umur juvenil menempati jumlah yang paling tinggi yaitu 47 ekor (29,74 %). Hal yang sama juga tampak pada tiap kelompok monyet (Gambar 2). Kelompok Goa Parat menempati jumlah yang paling tinggi di bandingkan dengan kelompok wilayah lainnya yaitu 40 ekor (25,32 %). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ketersedian sumber makanan, sumber air, predator, serta keberadaan dan aktifitas organisme lain disekitarnya. Secara umum rasio jantan dewasa dengan betina dewasa adalah 1 : 2. Pada masing-masing kelompok rasio jantan dewasa dengan betina dewasa berturut-turut adalah sebagai berikut Kelompok Parkiran 1 : 3, Kelompok Cikamal 2  : 3, Kelompok Depan Kantor Pusat Informasi 1 : 2, Kelompok Goa Parat 1 : 3, Kelompok Goa Jepang 0  : 1, Kelompok Wisma Rengganis 3 : 5.

KESIMPULAN

Hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam melihat status populasi monyet ekor panjang di wilayah Cagar Alam Pangandaran, dapat disimpulkan bahwa populasi monyet ekor panjang terbesar terdapat di kawasan Goa Parat yakni sekitar 40 ekor, Cikamal 39 ekor, Parkiran 29 ekor, Wisma Rengganis 24 ekor, Depan Kantor Pusat Informasi 19 ekor, dan terakhir Goa Jepang 7 ekor. Status populasi monyet ekor panjang di wilayah Goa Parat lebih besar dari wilayah lain karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ketersedian sumber makanan, sumber air, predator, serta keberadaan dan aktifitas organisme

DAFTAR PUSTAKA

Lucas PW and RT Corlett. 1998. Seed dispersal by long-tailed macaque.    American         Journal of Primatology 45(1): 19–44.

Rowe N. 1996. The pictorial guide to living primates. In: Isaac and             Cowlishaw.2004. How species respond to multiple extinction threats.             Proc. R. Society. London. B 271, 1135–1141.

Ungar P. 1995. Fruit preferences of four sympatric primate species at Ketambe,     northern Sumatra, Indonesia. International Journal of Primatology 16:        221.

Van Schaik CP, A van Amoregen and JW Mouton. 1980. The organization of        range   use in Sumatran Longtailed Macaque In: CP van Schaik (Ed.)            Socioecology of Sumatran Longtailed Macaque (Macaca fascicularis) cost         and benefit of group living. Drukkerij Ellnkwijk BV.Utrecht. Pp: 187-203.

Wheatley BP. 1974. Feeding and ranging of East Bornean Macaca fascicularis In:             DG Lindburg [Ed] : The Macaque: Study in Ecology, Behaviour and Evolution. Van Nostrad Reinhold Company. New York.

Advertisements

Permalink Leave a Comment

Isolasi Plasmid dan Elektroforesis Pada Gel Agarosa

March 17, 2011 at 7:41 am (Uncategorized)

Isolasi Plasmid dan Elektroforesis Pada Gel Agarosa

 

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengisolasi plasmid untuk vektor kloning serta mengetahui cara mendeteksi DNA dengan gel agarosa.

Pendahuluan

Plasmid  adalah molekul DNA  sirkuler  berukuran  relatif  kecil  di  luar  kromosom  yang  terdapat  di  dalam  sel  prokariot, khususnya  bakteri  dan  sel  eukariotik  tingkat  rendah . DNA plasmid berukuran lebih kecil dari DNA kromosom dan dapat bereplikasi sendiri. Plasmid biasanya digunakan dalam  teknologi DNA  rekombinan, sehingga dalam rekayasa genetika plasmid sering digunakan sebagai vektor untuk membawa gen-gen  tertentu  yang  diinginkan  ke  dalam  suatu  sel  inang. Penggunaan plasmid dalam DNA rekombinan dilakukan karena plasmid memiliki tiga region yang berperan penting untuk DNA kloning, yaitu,  replication origin, marker yang memungkinkan  adanya  seleksi  (biasanya  gen  resisten  antibiotik)  dan  region  yang mampu disisipi oleh fragmen DNA dari luar (Lodish et al 2000).

Isolasi plasmid bisa dilakukan dengan menggunakan metode mini-preparasi alkalin lisis. Metode ini menggunakan dasar bahwa plasmid mempunyai ukuran yang kecil dan bentuknya melingkar kuat. Hal ini memungkinkan pemilihan secara selektif dengan menggunakan presipitasi. Plasmid penting untuk diisolasi, hal ini untuk mengetahui karakteristik dari beberapa bakteri. Isolasi plasmid diawali dengan perusakan atau pembuangan dinding sel, yang dapat dilakukan baik dengan cara mekanis seperti sonikasi, tekanan tinggi, beku-leleh maupun dengan cara enzimatis (Rachdie 2008).

Elektroforesis DNA merupakan tekhnik untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya. Gel yang biasa digunakan antara lain gel agarosa. Elektroforesis gel agarosa dapat dilakukan untuk memisahkan sampel DNA dengan ukuran dari beberapa ratus hingga 20.000 pasang basa (pb). Prinsip dasar tekhnik elektroforesis ini adalah DNA, RNA, atau protein dapat dipisahkan oleh medan listrik. Elektroforesis gel biasanya dilakukan untuk tujuan analisis, namun dapat pula digunakan sebagai tekhnik preparatif (Standfield 1996).

Pembahasan

Keberhasilan isolasi DNA plasmid dapat diketahui dengan cara spektrofotometri dan elektroforesis. Dengan spektrifotometri tingkat kemurnian DNA dapat diukur. Sedangkan  dengan elektroforesis ukuran DNA dapat diketahui dengan membandingkannya dengan DNA marker yang sudah diketahui konsentrasinya. Faktor yang paling penting pada proses elektroforesis adalah panjang molekul DNA, molekul yang lebih kecil akan lebih mudah berjalan atau dapat lebih jauh. Konformasi DNA plasmid yang belum dipotong dengan enzim restriksi akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda antara plasmid linier dan plasmid supercoil. Elektroforesis ini menggunakan gel agarosa karena gel ini mengandung larutan buffer Tris Asetat  EDTA (TAE) yang dapart member resolusi terbaik untuk DNA (Sambrook & Russel 2001).

Hasil pengamatan isolasi DNA plasmid dengan elektroforesis tidak berhasil,  hal ini dilihat dari tidak terbentuknya pita-pita DNA pada elektroforesis, kecuali pada sumur kesatu yang merupakan lamda 10 ng/µl dan  sumur kedua yaitu kontrol positif Pgem T-easy yang terbentuk pita-pita DNA hasil isolasi pada sumur gel agarosa.  , Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pita-pita DNA tidak terbetuk seperti seharusnya, diantaranya adalah DNA dimasukan dalam sumur dengan tidak hati-hati sehingga DNA hilang karena larut, perendaman yang terlalu lama pada TBE 1X dengan alat elektroforesis maka DNA gagal berada di gel agarosa. DNA terus menembus gel tersebut hingga keluar dari gel. Akibatnya tidak ada satu pun garis cahaya yang muncul pada gel. Waktu yang paling optimal dalam elektroforesis yang sebenarnya adalah 30 – 50 menit dengan menggunakan arus 50 mA. Pita-pita DNA yang terbentuk seharusnya terdiri atas 4 pita  yaitu, open circular, linear, circular dan supercoiled. Setiap DNA tersebut mempunyai bentuk berbeda-beda sehingga kecepatan migrasinyapun berbeda. Hal tersebut menyebabkan letak DNA tersebut berurutan sesuai dengan kecepatan laju migrasinya (Sambrook & Russel 2001).

Larutan-larutan yang digunakan pada isolasi plasmid DNA yaitu larutan A (resepensi) yang berfungsi untuk menghomogenkan kultur E.coli, larutan B ( lisis) berfungsi mengeluarkan DNA dari kultur tersebut, larutan C yang merupakan larutan netral, larutan supernatan yang terdiri dari DNA, RNA, plasmid, dan protein, larutan PCI yang berfungsi sebagai larutan ekstrasi, larutan ETOH untuk mengambil plasmid murni dari kultur, larutan NaOAc untk mengikat DNA, larutan ddH2O sebagai pelarut, serta RNAse yang berfungsi mendegradasi RNA untuk mendapatkan DNA.

Pewarna yang paling umum digunakan untuk membuat DNA atau RNA dapat terlihat pada saat elektroforesis gel agarosa adalah ethidium bromida (EtBr). Yang dapat menyala di bawah sinar UV. EtBr sebagai pewarna DNA tidak terlihat dalam cahaya alami, ilmuwan mencampur bermuatan negatif DNA dengan loading dye (bufer) sebelum menambahkan campuran ke dalam gel. Loading buffer berguna karena mereka terlihat dalam cahaya alami (sebagai lawan dari sinar UV untuk bernoda EtBr DNA), dan mereka bersama-sedimen dengan DNA (berarti mereka bergerak dengan kecepatan yang sama seperti DNA panjang tertentu). bufer yang digunakan untuk elektroforesis agarosa. Yang paling umum adalah: Tris Asetat  EDTA (TAE), Tris borat EDTA (TBE) dan  lithium borat (LB). TAE memiliki kapasitas bufering terendah tetapi memberikan resolusi terbaik untuk DNA yang lebih besar. Ini berarti tegangan yang lebih rendah dan lebih banyak waktu, tetapi produk yang lebih baik. LB relatif baru dan tidak efektif dalam memecahkan fragmen-fragmen yang lebih besar dari 5 kbp, Namun, dengan konduktivitas rendah, serta mampu digunakan pada tegangan yang lebih tinggi (sampai 35 V/ cm), yang berarti analisis yang lebih singkat waktu untuk rutin elektroforesis (Brody & Kern 2004).

Kesimpulan

Hasil pengamatan isolasi DNA plasmid dengan elektroforesis tidak berhasil,  hal ini dilihat dari tidak terbentuknya pita-pita DNA pada elektroforesis, kecuali pada sumur kesatu yang merupakan lamda 10 ng/µl dan  sumur kedua yaitu kontrol positif Pgem T-easy yang terbentuk pita-pita DNA hasil isolasi pada sumur gel agarosa.

Daftar Pustaka

Brody  JR, Kern SE. 2004. Sejarah dan prinsip-prinsip media konduktif standar  elektroforesis DNA. Anal Biochem. 333 (1):1-13.

Lodish H et al.Molekular Cell Biology Fifth Edition. New York : Garland Publishing, Inc

Rachdie. 2008. Plasmid. [terhubung berkala]. http:// web.ipb.ac.id/tpb/files/materi/genetik/dnarekombinan/plasmid.pdf [12 Maret 2011]

Sambrook J, Russel DW . 2001 . Ed. Molecular Cloning: A Laboratory Manual 3rd Ed. New York: Cold Spring Harbor Laboratory Press.

Stanfield WD, Jaime SC, Raul JC. 1996. Molecular and Cell Biology. New York: Mc Graw-Hill.

Permalink Leave a Comment

ya allah..berikanlah kesembuhan pada Richie

March 13, 2011 at 12:53 pm (Uncategorized)

pagi itu tgl 12 maret 20011 sekitar pukul 03.30 WIB, di saat saya sedang tertidur pulas  tiba2  saya merasa terkejut dengan suara ramai  yang membuat saya hingga terbangun, suara itu berasal dari nenek saya yg membangunkan kedua orangtua saya untuk minta diantarkan ke rumah sakit..

dengan keadaan yg msh setengah sadar, saya sangat bingung dan bertanya2 siapakah yg akan di antarkan ke rumah sakit.

ternyata yg akan di antar ke rumah sakit itu adalah sepupu saya bernama Richie yg berumur 6 bulan yg sudah 3 hari  lalu selalu menangis dan tidak bisa tidur.

saya merasa terkejut sekali mendengar kabar itu,karna blm lama kelurga itu  baru mendapat cobaan yg berat dan skarang sudah mendapat cobaan lagy dari tuhan..

pagi itu saya tidak ikut mengantar karna saya harus menjaga rumah dan menemani adik2 ,,

paginya sekitar pukul 08.00 WIB ,saya datang ke rumah sakit bersama nenek dan ka2 dari Richie ..setelah sampai disana saya merasa sedih dan kasihan dengan keadaan keponakan saya itu,saya tidak tega melihat anak sekecil itu  yg harus di infus dan menggunakan tabung oksigen.

Richie hanya bisa menjerit dan menangis menahan apa yg sedang ia rasa,sementara pihak dari rumah sakit tidak segera menangani hanya menyuruh kami untuk sabar menunggu kedatangan dokter anak yg datang sekitar pukul 10.00 WIB.

pada pukul 08.30 WIB Richie  dalam keadaan yg benar2 menghawatirkan, matanya melotot ke atas sambil kesulitan untuk bernafas,semuanya panik dan sangat ketakutan..tante saya pun segera memanggil perawat untuk segera menangani anaknya. orang yg berada dalam kamar itu hanya bisa menangis,berdo’a dan pasrah atas keadaan Richie.

saya pun ikut menangis dan berdo’a agar hari itu bukan hari terakhir saya melihat Richie, saya berharap masih ada hari2 esok untuk melihat tawa polos dari wajah mungilnya..

sudah 2 hari Richie dirawat, tapi sampai sekarang belum diketahui penyakit yang dideritanya.

ya allah..berikanlah kesembuhan pada sepupuku Richie, agar dya bisa tertawa, tersenyum, dan bermain seperti dulu lagy.

Permalink Leave a Comment

Kustomisasi perangkat keras pada windows 7

March 10, 2011 at 2:38 am (Uncategorized)

1. konfigurasi keyboard pada windows 7

a. Klik pada tombol START

b. Pilih kontrol panel

c. pilih dan klik logo keyboard

d. muncul kotak dialog seperti dibawah ini

e. speed menunjukan pengaturan kecepatan keyboard yang kita inginkan

f. hardware menunjukan profile dari keyboard yang terpasang di komputer kita

g. klik PROPERTIES

h. menunjukan detail keyboard yang terpasang di komputer kita.

Permalink Leave a Comment

Perangkat keras pada sistem operasi windows 7

March 9, 2011 at 2:00 pm (Uncategorized)

Berikut ini merupakan macam-macam perangkat keras pada sistem operasi windows 7 :

1. RAM (Random-Acces Memory)
Salah satu jenis memory internal yang menentukan kemampuan sebuah komputer. RAM mempunyai
bermacam-macam tipe, seperti : DRAM, SDRAM, SRAM, RDRAM, dan EDO RAM.

2. Hard Disc
Salah satu media penyimpan data pada komputer yang terdiri dari kumpulan piringan mgnetis yang keras
dan berputar, serta komponen-komponen elektronik lainnya.

3. Floppy Disc
Suatu perangkat yang ada di dalam komputer sebagai asesoris dan pelengkap yang dapat menyimpan data
di dalam disket dengan kapasitas rendah.

4. Flash Disc
Alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash
drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah.

 

5. Compact Disc (CD ROM)
Singkatan dari Compact Disc – Read Only Memory, sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical
disc) yang dapat menyimpan data. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa mencapai 700MB atau
700 juta bita.

6. SD Card
SD High-Capacity (SDHC) kartu menyediakan lebih banyak daya penyimpanan yang dapat dilepas daripada
sebelumnya.

Permalink Leave a Comment

Longdistance relationship…

March 5, 2011 at 3:31 pm (Uncategorized)

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat menjalin hubungan jarak jauh.

Berikut ini kunci sukses menjalin hubungan jarak jauh …

Komunikasi
Komunikasi adalah komponen yang penting dalam sebuah hubungan dan komunikasi menjadi kunci ketika menjalankan hubungan jarak jauh. Jangan remehkan komunikasi dengan tidak memberikan ia kabar saat Anda ingin melakukan sesuatu, karena sekecil apapun hal yang dilakukan dapat menuai permasalahan.

Loyalitas
Dengan jumlah pria single di kota Anda, akan sangat menggoda untuk menerima tawaran kencan seseorang saat pasangan di luar kota. Anda mungkin beralasan bahwa hal ini hanya untuk menyegarkan pikiran dari aktivitas yang melelahkan.

Sebelum menerima ajakannya, pikirkanlah jika si dia melakukan hal yang sama di luar kota sana. Apakah Anda bisa menerimanya? Jika tidak, maka janganlah menjadi egois meskipun tidak ada maksud untuk menduakan pasangan atau meskipun si dia mengizinkan.

Hal ini bisa memicu cemburu dan hilangnya kepercayaan. Tetap loyal dengan pasangan adalah kunci untuk menjaga kesuksesan berhubungan jarak jauh.

Komitmen
Diperlukan kesabaran yang luar biasa untuk melewati hubungan jarak jauh. Salah satu antara Anda dengan pasangan, mungkin sedang bersekolah atau bekerja di luar kota dan tahu kapan akan bertemu. Namun dalam beberapa kondisi Anda dan pasangan tidak bisa menyamakan jadwal untuk bertemu, apalagi jika salah satunya di luar negeri. Dalam kondisi seperti ini komitmen sangat penting saat melalui masa-masa sulit karena terpisah dalam waktu yang lama.

Permalink 1 Comment

Belajar Mengucap Terima Kasih kepada seseorang…

March 4, 2011 at 4:04 pm (Uncategorized)

Hanya ingin mengucap terima kasih..

Ketika kamu bertemu seseorang yg mencemaskanmu, berterima-kasihlah. Karena dia, kamu menyadari bahwa ada seseorang yg peduli.

Ketika kamu bertemu seseorang yang iri padamu, berterima-kasihlah. Karena dia membuatmu semakin percaya diri.

Ketika kamu bertemu seseorang yg pernah meninggalkanmu, berterima-kasihlah. Karena dia, kamu menemukan cintamu saat ini.

Ketika kamu bertemu seseorang yg tetap bersamamu disaat susah, berterima-kasihlah. Karena dia, kamu menyadari arti sahabat.

Ketika kamu bertemu seseorang yg peduli padamu, berterima-kasihlah. Karena dia, kamu menyadari betapa istimewanya kamu baginya.

Ketika kamu bertemu seseorang yg mencintaimu, berterima-kasihlah. Karena cintanya mampu membuatmu menjadi pribadi yg lebih baik.

Lupakan mereka yg pernah membencimu, tapi jangan pernah lupa mereka yg menyayangimu, mereka sahabat terbaikmu.

Karena…. Sahabat adalah mereka yg berani menegurmu ketika kamu melakukan salah. Mereka yg ingin kamu menjadi pribadi yg lebih baik.

So….

Belajarlah tuk memuji bukan merayu, tuk menghargai bukan meniru, tuk mengagumi bukan iri, dan hidupmu akan lebih berarti. #pepatah

Permalink Leave a Comment

udah seminggu kehilangan tapi masih berasa sedihnya :'(

March 3, 2011 at 8:14 am (Uncategorized)

Permalink Leave a Comment

asiiiik dah punya blog..hehehhe

February 24, 2011 at 9:03 am (Uncategorized)

Permalink Leave a Comment

Hello world!

February 24, 2011 at 8:52 am (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Comment